Haruskah Petani Memiliki Kartu Tani?

Mulai 1 September 2020 pembelian pupuk bersubsidi diwajibkan menggunakan kartu tani. Hal ini telah ditegaskan Kementrian Pertanian. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Kulon Progo, Aris Nugraha, adanya kartu tani ini bertujuan untuk meminimalisir penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi sehingga lebih tepat sasaran serta penyalurannya lebih tersistem. (https://jogja.tribunnews.com) Dengan menggunakan pupuk kimia, petani Indonesia sudah menggunakan pupuk ini sehingga diharapkan dapat memanfaatkan pupuk organik. Pupuk kimia yang digunakan terus-menerus apalagi dosisnya berlebihan akan berdampak buruk pada tanah. Dalam jangka lama tanah akan menjadi lebih lama dan menjadi kurang subur. Dengan adanya kartu tani ini secara tersirat pemerintah juga pelan-pelan ingin membawa petani ke pertanian organik dan tidak mengandalkan pupuk kimia. Namun hal ini menjadi kontroversi di masyarakat karena ribetnya pengurusan pembuatan kartunya. Sebenarnya tidak ribet, hanya saja kurang adanya sosialisasi langsung ke petani oleh PPL sehingga masyarakat bingung dengan prosedur pembuatannya. Bagaimana cara mendapatkannya? Bagi para petani yang belum memiliki kartu tani yang dapat memperoleh pupuk bersubsidi wajib membuat dengan syarat:
1. Tergabung dalam kelompok tani
2. Mengumpulkan E-KTP

“Setelah itu akan dilakukan pengungkit data RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) yang diarahkan ke e-RDKK. Kemudian Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) akan melakukan pendataan dan pengungkit data ke lapangan (NIK, luas lahan, komoditas dan jenis pupuk) yang kemudian PPL Data mengupload Petani Ke hearts SINPI, “papar Sarwo Edhy.
Untuk Mencetak kartunya, Petani Harus Datang ke Bank Yang ditunjuk, Yaitu BRI ATAU Mandiri unit Desa Sekaligus Membuka Rekening untuk review selanjutnya can digunakan untuk review Membeli pupuk bersubsidi Yang Hanya can didapatkan di Daerah setempat.
Meskipun sudah banyak tata cara nya yang tersedia di internet, petani kemungkinan kecil bisa mengetahuinya karena petani tua dan bahkan tidak mempunyai ponsel.Dengan demikian sangat penting adanya sosialisasi dan pendampingan ke kelompok-kelompok tani sehingga petani dapat melihat jelas prosedurnnya dan tidak lagi mengalami kebingungan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *