Budidaya Ikan Hias yang Kian Semakin Meningkat

Sekarang ini keberadaan ikan hias semakin berkembang, baik menjadi koleksi sendiri maupun untuk budidaya ikan hias. Usaha budidaya ikan hias dapat memberikan keuntungan apabila pembudidaya tersebut melakukan pemasaran ikan hiasnya. Selain itu, usaha budiday ikan dapat dilakukan di lahan sempit dengan jumlah air terbatas. Dengan memelihara ikan hias juga dapat menghilangkan stress akibat aktivitas rutin sehari-hari. Dengan melakukan budidaya ikan hias ini dapat menyegarkan pikiran yang penat dikarenakan ikan hias yang memiliki warna yang indah sehingga enak dipandang dan dapat menghilangkan stress.

Berikut adalah beberapa tips dalam merawat ikan hias menurut Dosen Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya Sekolah Vokasi IPB University.

1.  Mempersiapkan akuarium

Akuarium yang digunakan untuk memelihara ikan hias dibersihkan dan didisinfeksi menggunakan klorin, lalu akuarium dibilas dengan air bersih dan dikeringkan. Akuarium yang digunakan untuk memelihara ikan dipastikan tidak mengalami kebocoran. Pada saat pemeliharaan, akuarium dapat dibersihkan dengan menggosok bagian dinding dan dasarnya dengan menggunakan spons halus yang dapat dilakukan setiap satu minggu sekali.

2. Proses Aklimatisasi

Proses aklimatisasi merupakan proses adaptasi ikan pada habitat/ lingkungan baru. Proses aklimatisasi ini dilakukan kurang lebih selama 30 menit dengan cara meletakkan kantong plastik ikan hias yang berasal dari tempat lain ke dalam akuarium yang telah disiapkan. Setelah didiamkan selama 30 menit, kantong plastik yang berisi ikan tersebut dibuka dan dimasukkan air akuarium ke dalam kantong plastik secara perlahan, lalu ikan dapat ditebar ke dalam akuarium.

3. Memastikan kualitas air Pada awal

Pemeliharaan, sebelum ikan hias dimasukkan ke dalam akuarium sebaiknya air diendapkan selama 3 hari berturut-turut. Untuk pemakaian selanjutnya air cukup diendapkan dan diaerasi selama satu hari. Kualitas air pada akuarium dapat dijaga dengan melakukan penyifonan setiap hari dan melakukan pergantian air akuarium sebanyak 30-50% setiap minggu.

Pada perawatan ikan hias dibutuhkan beberapa alat seperti aerator, batu aerasi, dan filter aerator. Untuk menjaga kebersihan pada alat-alat tersebut perlu dilakukan pemeriksaan dan pembersihan secara rutin setiap dua minggu sekali guna menjaga air akuarium agar tetap jernih dan bersih. Untuk batu aerasi dapat dibersihkan dengan cara disikat dan dijemur. Untuk penggunaan alat lainnya seperti seser dan selang sifon tidak boleh digunakan secara bersamaan dikarenakan akan berisiko terjadinya transmisi penyakit dari satu wadah ke wadah yang lain.

Untuk pemeliharaan ikan hias memiliki cara tersendiri untuk merawat ikan sesuai dengan kebutuhan jenis ikan yang dipelihara agar ikan yang dipelihara sehat dan tidak terkena penyakit. Pemeliharaan tersebut seperti kebutuhan tingkat pH, oksigen terlarut, suhu, dan jenis pakan yang berikan dapat berbeda antara ikan hias yang satu dengan ikan hias yang lainnya. Untuk ikan hias yang membutuhkan suhu dapat menggunakan heater, sedangkan untuk jenis ikan yang memerlukan oksigen dapat menggunakan aerator. Untuk pemberian pakan dapat disesuaikan dengan ukuran ikan yang dipelihara, dan hindari pemberian pakan yang berlebihan dikarenakan dapat menyebabkan air menjadi kotor dan berakibat pada kualitas air pada akuarium.

Pada pemeliharaan ikan hias perlu dilakukan pengamatan secara rutin terhadap kondisi ikan hias. Kondisi kesehatan ikan hias dapat diamati secara visual. Ikan yang mengalami penurunan nafsu makan menjadi salah satu tanda bahwa ikan dalam kondisi sakit. Ikan yang dalam kondisi sakit dapat dipindahkan ke akuarium yang berbeda untuk dilakukan pengobatan. Pemeliharaan tersebut dilakukan agar ikan yang dipelihara tetap dalam kondisi sehar dan lincah sehingga ikan hias tersebut tetap terlihat cantik saat dilihat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *